MAKALAH “BANGUN DAN BANGKITLAH WAHAI PEJUANG ISLAM.” LENGKAP
MAKALAH “BANGUN DAN BANGKITLAH WAHAI PEJUANG ISLAM.”
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum
warrohmatullahi wabarokaatuh
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji serta syukur
kita atas kehadirat ALLAH SWT. Yang mana atas Rahmat dan Hidayah-NYA sehinggah
kami dapat menyelesaikan makalah ini sebagaimana dengan waktu yang telah
ditentukan. Dan Salawat beriring salam selalu tercurahkan kepada junjungan kita
Nabi Muhammad SAW. Beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya termasuk
kita yang Insya ALLAH selalu menjalankan sunnahnya hingga akhir jaman. Aamiin.
Makalah ini merupakan hasil observasi dan sebagai tugas
yang ditugaskan kepada kami untuk mengkaji dan menyampaikan pemahaman kami
mengenai materi “BANGUN DAN BANGKITLAH WAHAI PEJUANG ISLAM.”
Kami menyadari masih banyak kekurangan pada penulisan
makalah ini, karena keterbatasan yang kami miliki. Dan kami harap pembaca dapat
memberikan kritik dan saran yang membangun. Kami sebagai penulis telah berusaha
untuk menyempurnakannya. Tapi apa daya kesempurnaan hanya milik ALLAH semata.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami sebagai
penulis dan bagi para pembaca terkhusus teman-teman kelas kami tercinta.
Wassalamu’alaikum warrohmatullahi wabarokaatu.
Toboali,
22 Januari 2017
Penulis.
BAB 1
PENDAHULUAN
Saat ini diperkirakan terdapat antara
1,25 hingga 1,4 miliar umat Islam yang tersebar di seluruh dunia. Dari jumlah
tersebut, 18% diantaranya hidup di negara-negara Arab, 20% berada di Afrika,
20% berada di Asia Tenggara, 30% berada di Asia Selatan yakni Pakistan, India
dan Bangladesh. Indonesia adalah negara dengan populasi muslim terbesar di
dunia. Populasi muslim juga dapat ditemukan dalam jumlah yang signifikan di
Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Eropa, Asia Tengah, dan Rusia.
Pertumbuhan umat Islam sendiri
diyakini mencapai 2,9%/tahun, sementara pertumbuhan penduduk dunia hanya
mencapai 2,3%/tahun. Angka tersebut menunjukkan bahwa Islam sebagai agama
dengan pertumbuhan pemeluk yang tergolong cepat di dunia. Beberapa pendapat
menghubungkan pertumbuhan ini dengan tingginya tingkat kelahiran di banyak
negara Islam (6 dari 10 negara di dunia dengan angka kelahiran tertinggi di
dunia adalah negara yang penduduknya mayoritas muslim). Namun belum lama ini,
sebuah studi demografi telah menyatakan bahwa angka kelahiran di negara-negara
muslim menurun hingga ke tingkat negara Barat.
Perkembangan penduduk muslim
yang cukup signifikan tentu saja berpengaruh kuat terhadap perilaku umat Islam
itu sendiri. Pada zaman Rasulullah saw., umat Islam jumlahnya masih sedikit dan
oleh karena itu penanganannya juga tidak serumit saat ini. Berbagai macam
kelompok muslim yang satu dengan yang lainnya memiliki persepsi tentang Islam,
menjadikan Islam berwarna-warni. Sepanjang masih saling menghargai dan bertoleransi
antara intern agama, insnya Allah Islam akan berkembang pesat dengan
baik. Akan tetapi, jika setiap kelompok mengklaim bahwa kelompoknyalah yang
paling benar, inilah awal dari kehancuran Islam. Berdasarkan analisis tersebut,
kita sebagai pemeluk Islam harus tetap waspada dan terus belajar tentang Islam
secara kaffah sehingga akhirnya menjadi muslim yang arif dan bijaksana.
Islam merupakan agama yang
memberi kebebasan kepada pemeluknya untuk mengekspresikan diri asalkan masih
dalam koridor dan sesuai dengan kaidah ajaran Islam serta sejalan dengan tujuan
penciptanya, yakni untuk beribadah kepada Allah Swt. Perjalanan sejarah umat
Islam telah membuktikan bahwa setiap saat ada umat yang senantiasa berposisi
sebagai pemberi motivasi atau pembaharu bagi masyarakat.
RUMUSAN MASALAH :
1.
Rentang waktu
periode modern
2.
Membahas Islam
periode modern
3.
Siapa tokoh-tokoh
pembaharuan Islam
4.
Apa jenis
pembaharuan Islam
5.
Bagaimana
perkembangan Islam periode modern
6.
Bagaiman
bangkitnya pejuang Islam
7.
Bagaimana perkembangan
Islam di Indonesia sekarang ini
8.
Bagaimana
perkembangan Islam di dunia sekarang ini
9.
Apa yang harus
kita persiapkan menghadapi kondisi perkembangan Islam di Indonesia dan di Dunia
sekarang ini.
TUJUAN PENULISAN
:
1.
Mengetahui rentang waktu periode modern
2.
Mengetahui islam periode modern
3.
Mengetahui Tokoh tokoh pembaharu
4.
Mengetahui
Jenis pembaharuan
5.
Menelaah perkembangan islam periode
modern
6.
Bangkitnya pejuang islam
7.
Mengetahui perkembangan Islam di Indonesia sekarang
8.
Mengetahui perkembangan Islam di Dunia sekarang
9.
Mengetahui hal-hal yang harus dipersiapkan perihal
kondisi perkembangan Islam di Indonesia dan Dunia sekarang.
BAB 2
PEMBAHASAN
A.
Rentang Waktu Periode Modern
Harun Nasution (1985) membagi periodisasi sejarah
kebudayaan Islam secara garis besar menjadi tiga, yaitu periode abad klasik
(650-1250 M), periode abad pertengahan (1250-1800 M), dan periode abad modern
(1800 M - sekarang). Setiap periode memiliki ciri-ciri yang membedakan dengan
periode lainnya.
Pada periode abad klasik menggambarkan kondisi kejayaan
dunia Islam. Periode abad pertengahan menggambarkan kondisi kemunduran dunia
Islam. Periode abad modern menggambarkan kondisi kebangkitan dunia Islam. Dunia
Islam membentang dari maroko sampai marauke dengan mengecualikan beberapa
wilayah yang penduduknya mayoritas nonmuslim.
B.
Islam Pada Masa Modern (1800 M – Sekarang)
Islam pada
periode Modern ini dikenal dengan era kebangkitan umat Islam. Kebangkitan
umat Islam disebabkan oleh adanya
benturan antara kekuatan Islam dengan kekuatan Eropa.Benturan itu menyadarkan
umat Islam bahwa mereka sudah cukup jauh tertinggal dengan Eropa. Hal ini
dirasakan sekali oleh Kerajaan Turki Usmani yang langsung menghadapi kekuatan
Eropa untuk pertama kalinya. Kesadaran tersebut membuat penguasa dan
pejuang-pejuang Turki tergugah untuk belajar dari Eropa. Guna memulihkan
kembali kekuatan Islam, Kerajaan Turki mengadakan suatu gerakan pembaharuan
dengan mengevaluasi apa yang menjadi penyebab mundurnya Islam dan mencari
ide-ide pembaharuan dan ilmu pengetahuan dari Barat.
Pada sekitar
abad 13 M, benih pembaharuan dunia Islam sesungguhnya telah muncul. ketika
dunia Islam mengalami kemunduran di berbagai bidang. Saat itu pula lahirlah
Taqiyudin Ibnu Taimiyah, seorang muslim yang sangat peduli terhadap nasib umat
Islam dengan mendapat dukungan muridnya Ibnu Qoyyim al Jauziyah (691‒751). Mereka
ingin mengembalikan kembali pemahaman keagamaan umat Islam kepada pemahaman dan
pengamalan Rasulullah saw.
Gerakan salaf
ini kemudian menjadi ciri gerakan pembaharuan dalam dunia Islam yang mempunyai
ciri sebagai berikut.
1)
Memberi
ruang dan peluang ijtihad dalam berbagai kajian keagamaan yang berkaitan dengan
muamalah duniawiyah.
2)
Tidak
terikat secara mutlak dengan pendapat ulama-ulama terdahulu.
3)
Memerangi
orang-orang yang menyimpang dari aqidah kaum salaf seperti kemusyrikan,
khurafat, bid’ah, taqlid, dan tawasul.
4)
Kembali
kepada Al-Qur’an
dan As-Sunnah sebagai sumber utama ajaran Islam.
Secara garis
besar isi pemikiran Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qoyyim antara lain mengadakan
pembaharuan dalam bidang agama, sosial, dan ekonomi, memberantas takhayul serta
bid’ah yang masuk ke dalam ajaran Islam, menghilangkan paham fatalisme yang
terdapat di kalangan umat Islam, menghilangkan paham salah yang dibawa oleh
tarekat tasawuf, meningkatkan mutu pendidikan dan membela umat Islam terhadap permainan
politik negara Barat.
Selanjutnya,
ide-ide cemerlang Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qoyyim dan yang lainnya dilanjutkan
oleh para tokoh muda yang lahir pada abad ke-18. Mereka meyakini bahwa umat
Islam sudah tertinggal jauh dibandingkan dunia Barat. Umat Islam masih berkutat
pada hal-hal yang tidak rasional seperti bid’ah, khurafat, dan tahayyul.
Satu-satunya jalan adalah umat Islam harus bangkit dari kebodohan itu. Maka,
lahirlah tokoh-tokoh pembaharu Islam.
C.
Awal Perkembangan Islam Pada Masa Modern
Menjelang dan
pada masa awal-awal pembaharuan yaitu sebelum dan sesudah tahun 1800M. umat
islam diberbagai Negara telah menyimpang dari ajaran islam yang seharusnya bersumber kepada Al-Qur’an dan Hadis.
Penyimpangan itu tedapat dalam hal:
·
Ajaran
Islam tentang ketauhidan telah tercampur dengan kemaksiatan. Hal
ini
ditandai dengan banyaknya umat Ialam yang selain menyembah Allah SWT juga
menyembah makam yang dianggap keramat dan meminta tolong dalam urusan gaib
kepada dukun-dukun dan orang yang dianggap sakti. Selain itu juga kelompok umat
Islam yang beranggapan bahwa sultan adalah orang suci yang segala
perintahnya di taat.
·
Adanya
kelompok umat Islam yang selama hidup didunia ini hanya mementingkan
urusan akhirat dan meninggalkan dunia. Mereka beranggapan bahwa memiliki harta
benda yang banyak, kedudukan yang tinggi, dan Ilmu tentang pengetahuan dunia
adalah tidak
perlu. Karena hidup
didunia
ini cuman sebentar dan sementara, sedangkan hidup di akhirat
bersifat kekal
dan abadi. Selain
itu, banyak umat Islam yang menganut paham fatalisme, yaitu paham yang
mengharuskan berserah diri kepada nasib
dan tidak
perlu berikhtiar, karena hidup manusia dikuasai dan dikendalikan oleh nasib.
Penyimpangan-
penyimpangan
umat Islam
terhadap ajaran agamanya tersebut, mendorong lahirnya
para tokoh pembaharu, yang berusaha menyadarkan umat islam agar kembali kepada
ajaran Islam yang benar, yang bersumber kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah (hadis).
D.
Tokoh-Tokoh Pembaharu Islam Masa Modern
1.
Pembaharu dari India
a.
Syah Waliyullah (1703-1762 M)
Nama lengkapnya adalah Qutb al-Din Ahmad bin Abd al-Rahim
bin Wajih al-Din al-Syahid bin Mu’azam bin Mansur bin Ahmad bin Mahmud bin
Qiwam al-Din al-Dihlawi. Ia dilahirkan pada hari Rabu, tanggal 21 Februari 1703
M atau 4 Syawal 1114 H di Phulat, sebuah kota kecil di dekat Delhi dan wafat
pada tahun 1762 M atau 1176 H. Dia dijuluki “Shah Waliullah” yang berarti
sahabat Allah karena kesalehan yang ia miliki. Dia memulai studinya di usia
lima tahun dan menyelesaikan bacaan dan hafalan dari Al-Quran pada usia tujuh.
Dia adalah pengikut Ahlus Sunnah Wal Jamaah dan penganut mazhab fikih Hanafi.
Ketika ia
dewasa ia menyaksikan kemunduran yang dialami oleh umat Islam India dalam
berbagai hal dan berada pada titik kritis kemundurannya. Hal ini sangat berbeda
sekali dengan ketika ia dilahirkan, dimana kerajaan moghul Islam sedang dalam
puncak kebesarannya. Menurutnya penyebab
kemunduran dunia Islam diantaranya adalah sebagai berikut:
1)
Terjadinya
perubahan sistem pemerintahan Islam dari sistem kekhalifahan menjadi sistem
kerajaan.
2)
Sistem demokrasi
yang melekat dalam kekhalifahan diganti dengan sistem monarki absolut.
3)
Perpecahan
dikalangan umat Islam merupakan akibat dari adanya perbedaan aliran-aliran yang
muncul didalamnya. Tiap-tiap aliran mengaku dirinya yang paling benar.
4)
Mencampuradukan
ajaran Islam dengan unsur-unsur ajaran lainnya, sehinggah ajaran Islam yang
murni menjadi kurang jelas.
Pemikiran lain dari syah waliyullah adalah perlunya
penerjemahan Al-Qur’an kedalam bahasa asing. Tujuan penerjemahan ini agar
masyarakat yang tidak mengerti bahasa arab dapat memahami maksud dan
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa yang dipilih adalah bahasa
persia karena banyak digunakan dikalangan pelajar Islam India saat itu.
Penerjemahannya di sempurnakan Syah Waliyullah ditahun 1758 M.
Dalam bidang
hadist, ia adalah pelopor kebangkitan hadits di wilayah India, dimana
waktu itu studi hadits di Timur Tengah mengalami kemandegan. Dalam bidang
hadits ini, ia membuat syarah kitab Al Muwaththa karya Imam Malik dalam dua
bahasa (bahasa Arab dan Persia), yaitu Al Mushaffa dan Al
Maswa. Pembaharuan dalam pemikiran dan juga studi hadits ini ini
dilanjutkan oleh anak dan cucu-cucunya.
b.
Sayyid Ahmad Khan (1817-1898 M)
Ia lahir di
Delhi pada tahun 1817 dan menurut keterangan berasal dari keturunan Husein,
cucu Nabi Muhammad saw melalui Fatimah dan Ali. Ia mendapat pendidikan
tradisional dalam pengetahuan agama dan di samping bahasa Arab, ia juga belajar
bahasa Persia. Ia orang yang rajin membaca buku dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan.
Sewaktu berusia delapan belas
tahun ia masuk bekerja pada Serikat
India Timur, kemudian ia bekerja pula sebagai hakim. Tetapi di tahun 1846 ia
pulang kembali ke Delhi untuk
meneruskan studi.
Di masa
pemberontakan 1857, Ia banyak berusaha untuk mencegah terjadinya kekerasan dan
dengan demikian banyak menolong orang Inggris dari pembunuhan. Pihak Inggris
mengangkap ia telah banyak berjasa bagi mereka dan ingin membalas jasanya,
Tetapi hadiah yang di anugerahkan Inggris kepadanya ia tolak. Gelar Sir yang
kemudian diberikan kepada dapat ia terima. Hubungannya dengan pihak Inggris
menjadi baik dan ini ia pergunakan untuk kepentingan umat Islam di India.
Sayyid Akhmad
Khan berpendapat bahwa peningkatan kedudukan umat Islam India dapat diwujudkan
hanya dengan bekerja sama dengan Inggris. Inggris telah merupakan penguasa yang
terkuat di India dan menentang kekuasaan itu tidak akan membawa kebaikan bagi
umat Islam India. Hal ini akan membuat mereka tetap mundur dan akhirnya akan
jauh ketinggalan dari masyarakat Hindu Hindia.
Pemikiran
Sayyid Akhmad Khan tentang pembaharuan Islam.adalah sebagai berikut:
1)
Kemunduran
umat Islam disebabkan karena tidak
mengikuti perkembangan zaman dengan cara menguasai sains dan teknologi.
2)
Ia berpendapat
akal dalam batas kekuatannya harus dihargai tinggi oleh umat Islam, untuk
menghasilkan ilmu dan teknologi modern.
3)
Sejalannya antara
hukum alam sebagai ciptaan Allah dan Al-Qur’an sebagai firman Allah SWT.
4)
Sumber
ajaran Islam hanyalah Al-Quran dan Hadis.
5)
Ia
menentang taklid dan perlu adanya ijtihad sehingga umat Islam dapat berkembang
seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.
6)
Ia
berpendapat satu-satunya cara untuk mengubah pola pikir umat Islam dari
keterbelakangan adalah pendidikan.
c.
Muhammad Iqbal (1876-1938 M)
Muhammad Iqbal
berasal dari keluarga golongan menengah di punjab dan lahir di Sialkot
pada tahun 1876. Untuk meneruskan studi ia kemudian pergi ke Labore dan
pelajar di sana sampai ia memperoleh gelar kesarjanaan M.A di kota itulah ia
berkenalan dengan Thomas Arnold, Seorang orientalis, Yang menurut keterangan,
Mendorong pemuda Iqbal untuk melanjutkan studi ke Inggris. Pada tahun 1905, Ia
perg ke negara ini dan masuk ke Universitas di Cambridge untuk mempelajari
falsafat. Dua tahun kemudian, Ia pindah ke Munich di Jerman, dan disinilah ia
memperoleh gelar Ph.D. Dalam tasawuf. Tesis doktoral yang diajukan berjudul :
The Development of Metaphysics in Persia (Perkembangan Metafisika di Persia).
Pada tahun
1908 ia berada kembali di Lahore dan di samping pekerjaanya sebagai pengacara,
Ia menjadi dosen falsafat. Bukunya The Reconstruction of Retigious Thought in
Islam adalah hasil ceramah-ceramah yang di berikannya dj beberapa universitas
di India. Kemudian, Ia memasuki bidang politik dan pada tahun 1930, Ia dipilih
menjadi Presiden Liga Muslimin. Didalam perundingan Meja Bundar di London, Ia
turut dua kali mengambil bahagiaan. Ia juga menghadiri Konferensi Islam yang
diadakan di Yerusalem. Pada tahun 1933, Ia diundang ke Afghanistan untuk
membicarakan pembentukan Universitas Kabul. Dalam usia 62 tahun, Ia meninggal tahun
1936.
Berbeda dengan
pembaharuan-pembaharuan lain. Muhammad Iqbal adalah penyair dan filosof.
Tetapi, pemikirannya yang mengenai kemunduran Islam dan kemajuan umat
Islam mempunyai pengaruh pada gerakan pembaruan dalam Islam.
Pemikiran
Muhammad Iqbal tentang pembaharuan Islam adalah sebagai berikut.
1)
Ijtihad
mempunyai kedudukan penting dalam pembaruan Islam dan pintu Ijtihad tetap
terbuka.
2)
Umat
Islam perlu mengembangkan sikap dinamisme. Dalam syiarnya, Ia mendorong umat
Islam untuk bergerak dan jangan tinggal diam.
3)
Kemunduran
umat Islam disebabkan oleh kebekuan dan kejumudan dalam berpikir.
d. Hukum Islam tidak bersifat statis, Tetapi dapat berkembang sesuai
perkembangan zaman.
4)
Umat
Islam harua menguasai sains dan teknologi yang dimiliki Barat.
5)
Perhatian
umat Islam terhadap zuhud menyebabkan kurangnya perhatian terhadap
masalah-masalah keduniaan dan sosial kemasyarakatan.
2. Pembaharu Dari
Mesir
a. Muhammad Ali
Pasya (1765-1849 M)
Muhammad Ali
Pasya lahir di Kawala, Yunani padq tahun 1765 M adalah seorang keturunan Turki
dan meninggal di Mesir pada tanggal 1849 M. Sebagaimana raja-raja Islam
lainnya, Muhammad Ali mementingkan soal yang bersangkutan dengan militer. Ia
yakin bahwa kekuasaannya hanya hanya dapat dipertahankan dan diperbesar dengan
kekuatan militer. Di samping itu, Ia mengerti bahwa di belakang kekuatan
militer mesti ada kekuatan kekuatan ekonomi yang sanggup membelanjai
pembaharuan dalam bidang militer, Dan bidang-bidang yang bersangkutan dengan
urusan militer. Jadi, Ada dua hal penting baginya, Kemajuan ekonomi dan kemajuan
militer. Kedua hal tersebut menghendaki ilmu-ilmu modern yang telah dikenal di
Eropa.
Ide dan gagasan Muhammad Ali Pasya yang
sangat inovatif pada zamannya antara lain bahwa, Untuk mendirikan
sekolah-sekolah modern dan memasukkan ilmu-ilmu modern dan sains ke dalam
kurikulum. Sekolah-sekolah inilah yang kemudian yang dikenal sebagai sekolah
modern di Mesir pada khususnya dan dunia Islam pada umumnya. Saat itu Mesir
masih mempunyai sistem pendidikan tradisional, Yaitu Kuttab, Masjid, Madrasah,
Dan Jami Al-azhar. Sementara itu ia melihat jika ia memasukkan kurikulum modern
ke dalam lembaga pendidikan tradisional tersebut, Sangat sulit. Oleh karena
itulah, Ia mengambil jalan alternatif dengan cara mendirikan sekolah modern
disamping madrasah-madrasah tradisional yang telah ada pada masa itu masih
tetap berjalan.
b.
Rifa’ah Baidawi Rafi’ Al-Tahtawi (1801-1873 M)
Rifaah Baidawi
Rafi Al-Tahtawi demikian nama lengkapnya. Ia lahir pada tahun 1801 M di
Tahta, Suatu kota yang terletak di Mesir bagian selatan dan meninggal di Kairo
pada tahun 1873 M. Ketika Muhammad Ali mengambil alih seluruh kekayaan di
Mesir, Harta orang tua Al-Tahtawi termasuk dalam kekayaan yang dikuasai itu. Ia
terpaksa belajar di masa kecilnya dengan bantuan dari keluarga ibunya. Ketika
berumur 16 tahun, Ia pergi ke Kairo untuk belajar di Al-Azhar. Setelah lima
tahun menuntut ilmu, Ia selesai dari studinya di Al-Azhar pada tahun 1822 M.
Beberapa pemikirannya tentang pembaharuan Islam adalah sebagai berikut :
1)
Ajaran
Islam bukan hanya mementingkan soal akhirat, Tetapi juga soal hidup di dunia.
Umat Islam juga harus memperhatikan kehidupan dunia.
2)
Kekuasaan
raja yang absolut harus dibatasi oleh syariat, Raja harus bermusyawarah dengan
ulama dan kaum intelektual.
3)
Syariat
harus di artikan sesuai dengan perkembangan modern.
4)
Kaum
ulama harus mempelajari filsafat dan ilmu pengetahuan modern agar syariat dapat
menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat modern.
5)
Kaum
ulama harus mempelajari filsafat dan ilmu pengetahuan modern agar filsafat dapat
menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat modern.
6)
Pendidikan
harus bersifat universal, Misalnya wanita harus memperoleh pendidikan yang sama
dengan kaum pria. Istri harus menjadi teman dalam kehidupan intelektual dan
sosial.
7)
Umat
Islam harus dinamis dan meninggalkan sifat statis.
c. Jamaludin
Al-Afghani (1839-1897 M)
Jamaludin
lahir di Afghanistan pada tahun 1839 dan meninggak dunia di Istanbul pada
tahun 1897. Ketika baru berusia dua puluh dua tahun, Ia telah menjadi pembantu
bagi pangeran Dost Muhammad Khan di Afghanistan. Di tahun1864 ia menjadi
penasihat Sher Ali Khan. Beberapa tahun kemudian, Ia di angkat oleh Muhammad
Azam Khan menjadi perdana menteri. Dalam pada itu, Inggris mulai mempunyai soal
politik dalam negeri Afghanistan dan dalam pergolakan yang terjadi Al-Afgani
merasa lebih aman meninggalkan tanah tempat lahirnya dan pergi ke India pada
tahun 1869. Beberapa pemikiran Jamaludin Al-Afgani tentang pembaharuan Islam
adalah sebagai berikut :
1)
Kemunduran
umat Islam tidak disebabkan karena Islam tidak sesuai dengan perkembangan zaman
dan perubahan kondisi. Kemunduran itu disebabkan oleh berbagai faktor.
2)
Untuk
mengembalikan kejayaan pada masa lalu dan sekaligus menghadapi dunia modern,
Umat Islam harus kembali kepada ajaran Islam yang murni dan Islam harus di
pahami dengan akal serta kebebasan.
3)
Corak
pemerintahan otrotasi dan absolut harus diganti dengan pemerintah demokratis.
Kepala negara harus bermusyawarah dengan pemuka masyarakat yang berpengalaman.
4) Tidak ada
pemisahan antara agama dan politik. Pan islamisme atau rasa solidaritas antar
umat Islam harus dihidupkan kembali.
d. Muhammad Abduh
(1849-1905 M)
Muhammad Abduh
dilahirkan di Mesir pada tahun 1849 M. Bapaknya yang bernama Abdul Hasan
Khaerullah, Berasal dari Turki yang telah lama tinggal di Mesir. Ibunya berasal
dari bangsa Arab yang silsilahnya meningkat sampai ke suku bangsa Umar bin
Al-Khattab.
Pada tahun
1866 M, Muhammad Abduh meneruskan studinya ke Al-Azhar. sewaktu masih belajar
di Al-Azhar, Jamaludin Al-Afgani datang ke Mesir dalam perjalanan ke Istanbul.
Di sinilah Muhammad Abduh untuk pertama kalinya bertemu dengan Jamaludin
Al-Afgani. Dalam pertemuan itu, Jamaludin Al-Afgani mengajukan
pertanyaan-pertanyaan mengenai arti beberapa ayat Al-Quran. Kemudian, Ia
berikan tafsirannya. Perjumpaan ini meninggalkan kesan yang baik dalam diri
Muhammad Abduh.
Ketika
Jamaludin Al-Afgani datang pada tahun 1871 untuk menetap di Mesir, Muhammad
Abduh menjadi muridnya yang paling setia, Ia mulai belajar falasafat di bawah
pimpinan Jamludin Al-Afgani. Di masa ini, Ia telah mulai menulis
karangan-karangan untuk harian Al-Ahram yqng pada waktu itu baru saja
didirikan.
Pada
tahun 1877, Studinya selesai di Al-Azhar dengan mendapat gelar Alim. Ia mulai
mengajar, Pertama di Al-Azhar, Kemudian Dar Al-Ulum dan juga di rumahnya
sendiri. Di antara buku-buku yang diajarkannya ialah buku akhlak karangan Ibn
Miskawaih, Mukaddimah Ibn Khaldun, Dan sejarah kebudayaan Eropa karangan
Guizot, Yang diterjemahkan Al-Tahtawi ke dalam bahasa Arab pada tahun 1857. Sewaktu
Jamaludin Al-Afgani di usir dari Mesir pada tahun pada tahun 1879 karena
dituduh mengadakan gerakan menentang Khedewi Tawfik, Muhammad Abduh yang di
tuduh tuduh ikut campur dalam soql ini, Di buang keluar kota Kairo. Tetapi di
tahun 1880 ia boleh kembali ibukota dan kemudian diangkat menjadi redaktur
surat kabar resmi pemerintah resmi pemerintah Mesir.
Adapun ide-ide
pembaharuan Muhammad Abduh yang membawa dampak positif bagi pengembangan
pemikiran Islam adalah sebagai berikut :
1)
Pembukaan
pintu ijtihad. Menurut Muhammad Abduh, Ijtihad merupakan dasar penting dalam
penafsiran kembali ajaran Islam.
2)
Penghargaan
terhadap akal. Islam adalah ajaran rasional yang sejalan dengan akal sebab
dengan akal, Ilmu oengetahuan akan maju.
3)
Kekuasaan
negara harus di batasi oleh konstitusi yang telah di buat oleh negara yang
bersangkutan.
e.
Muhammad Rasyid Rida (1865-1935 M)
Rasyid Rida
adalah murid muhammad Abduh yang terdekat. Ia lahir pada tahun 1865 di
Al-Qalamun, Suatu desa di Lebanon yang letaknya tidak jauh dari kotq Tripoli
(Suria). Menurut keterangan, Ia berasal dari keturunan Al-Husain, cucu Nabj
Muhammad saw. Oleh karena itu, Ia memakai gelar As-sayyid di depan namanya.
Semasa kecil, Ia di masukkan ke madrasah tradisional di Al-Qalamun untuk
belajar menulis, Berhitung dan membaca Al-Quran. Pada tahun 1882, Ia meneruskan
pelajaran di madrasah Al-Mataniah Al-Islamiah (sekolah nasional islam) di
Tripoli. Di madrasah ini, Selain dari bahasa Arab diajarkan pula bahasa Turki
dan Perancis, Dan disamping pengetahuan-pengetahuan agama juga pengetahuan-pengetahuan
modern.
Sekolah ini
didirikan olehn Al-Syaikh Husain Al-Jisr, Seorang ulama Islam yang telah
dipengaruhi oleh ide-ide modern. Di masa-masa itu sekolah-sekolah misi kristen
telah mulai bermunculan di Suria dan banyak menarik perhatian orang tua untuk
memasukkan anak-anak mereka belajar disana. Dalam usaha menandingi daya tarik
sekolah-sekolah misi inilah, Maka Al-Syaikh Husain Al-Zisr mendirikan Sekolah
Nasional Islam tersebut. Karena mendapattantangan dari pemerintah Kerajaan
Utsmani, Umur sekolah itu tidak panjang.
Rasyid Rida
meneruskan pelajarannya di salah satu sekolah agama yang ada di Tripoli. Tetapi
dalam pada itu, Hubungan dengan Al-Syaikh Husain Al-Jisr berjalan terus dan
guru inilah yang menjadi pembimbing baginya di masa muda. Selanjutnya, Ia
banyak di pengaruhi oleh ide-ide Jamaludin Al-Afgani dan Muhammad Abduh melalui
majalah Al-Urwah Al-Wusta. Ia berniat untuk menggabungkan diri dengan dengan
Al-Afgani di Istanbul, Tetapi niat itu tidak terwujud. Sewaktu Muhammad Abduh
berada dalam pembuangan di Beirut, Ia mendapat kesempatan baik untuk berjumpa
dan berdialog dengan murid Al-Afgani yang yang terdekat ini.
Perjumpaan-perjumpaan dan dialognya dengan Muhammad Abduh meninggalkan kesan
yang baik dalam ilmunya. Pemikiran-pemikiran pembaharuan yang diperolehnya dari
Al-Syaikh Husain Al-jisr dan yang kemudian diperluas lagi dengan ide-ide
Al-Afgani dan Muhammad Abduh amat memengaruhi jiwanya.
Ia mulai
mencoba menjalankan ide-ide pembaharuan itu ketika masih berada di Suria,
Tetapi usaha-usahanya mendapat tantangan dari pihak Kerajaan Utsmani. Ia merasa
terikat dan tidak bebas. Oleh karena itu, ia memutuskan pindak ke Mesir, Dekat
dengan Muhammad Abduh. Pada bulan januari 1898, Ia sampai di negeri gurunya
ini.
Beberapa bulan
kemudian, Ia mulai menerbitkan majalah yang termasyhur, Al-Manar. Di dalam
nomor pertama, Di jelaskan bahwa tujuan Al-Manar sama dengan tujuan Al-Urwah
Al-Wusta, Antara lain mengadakan pembaharuan dalam bjdang agama, Sosial, dan
ekonomi, Memberantas takhyul dan bidah-bidah yang masuk ke dalam tubuh Islam,
Menghilangkan paham fatalisme yang terdapat dalam kalangan umat Islam, Serta
paham-paham salah yang di bawa tarekat-tarekat tasawuf, Meningkatkan mutu
pendidikan dan membela umat Islam terhadap permainan politik negara-negara
Barat.
Majalah ini
banyak menyiarkan ide-ide Muhammad Abduh. Guru memberikan ide-ide kepada murid
dan kemudian muridlah yang menjelaskan dan menyiarkannya kepada umum melalui
lembaran-lembaran Al-Manar. Tetapi, Selain dari ide-ide, Al-Manar juga
mengandung artikel-artikel yang dikarang Muhammad Abduh sendiri. Demikian juga
tulisan pengarang-pengarang lain.
Beberapa
pemikiran Rasyid Rida tentang pembaharuan Islam adalah sebagai berikut :
1)
Sikap
aktif dan dinamis di kalangan umat Islam harus ditumbuhkan.
2)
Umat
Islam harus meninggalkan sikap dan pemikiran kaum Jabariyah.
3)
Akal
dapat dipergunakan untuk menafsirkan ayat dan hadis tanpa meninggalkan prinsip
umum.
4)
Umat
Islam menguasai sains dan teknologi jika ingin maju.
5)
Kemunduran
umat Islam disebabkan banyaknya unsur bidah dan khurafat yang masuk ke dalam
ajaran Islam.
6)
Kebahagiaan
dunia dan akhirat diperoleh melalui hukum yang diciptakan Allah Swt.
7)
Perlu
menghidupkan kembali siatem pemerintah khalifah.
8)
Khalifah
adalah penguasa di seluruh dunia Islam yang mengurusii bidang agama dan
politik.
9)
Khalifah
haruslah seorang mujtahid besar dengan bantuan para ulama dalam menerapkan
prinsip hukum Islam sesuai dengan tuntutan zaman.
3.
Pembaru Dari Turki
a.
Sultan Mahmud II (1785-1839 M)
Pembaharuan
di Kerajaan Utsmani di abad ke-19, Sama halnya dengan pembaharuan di Mesir,
Juga dipelopori oleh Raja. Kalau di Mesir Muhammad Ali Pasya lah Raja.yang
mempelopori pembaharuan, Di Kerajaan Utsmani, Raja yang menjadi pelopor
pebaharuan adalah Sultan Mahmud II.
Mahmud
lahir pada tahun 1785 dan mempunyai didikan tradisional, Antara lain
pengetahuan agama, Pengetahuan pemerintahan. Sejarah dan sastra Arab, Turki dan
Persia. Ia diangkat menjadi Sultan pada tahun 1807 dan meninggal oada tahun
1839.
Di
bagian pertama dari masa kesultanannya, Ia di sibukkan oleh peperangan dengan
Rusia dan usaha menundukan daerah-daerah yanv mempunyai kekuasaan otonomi
besar. Peperangan dengan Rusia selesai pada tahun 1812 dan kekuasaan otonomi
daerah akhirnya dapat ia diperkecil kecuali kekuasaan Muhammad Ali Pasya di
Mesir dan satu daerah otonomi lain di Eropa.
Setelah
kekuasaannya sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Utsmani bertambah kuat, Sultan
Mahmud II melihat bahwa telah tiba masanya untuk menjual-jual usaha pembaharuan
yang telah lama ada dalam pemikirannya. Sebagaimana Sultan-Sultan lain, Hal
pertama yang menarik perhatiannya ialah pembaharuan di bidang militer.
Sultan
Mahmud II banyak melakukan gerakan pembaharuan dalam dunia Islam, Yaitu sebagai
berikut :
1)
Menerapkan
sistem demokrasi dalam pemerintahannya.
2)
Menghapus
pengultusan Sultan yang di anggap suci oleh rakyatnya.
3)
Memasukkan
kurikulum umum ke dalam lembaga-lembaga pendidikan madrasah.
4)
Mendirikan
sekolah Maktebi Maarif yang mempersiapkan tenaga-tenaga administrasi, Dan Maktebi
Ulumi Edebiyet yang mempersiapkan tenaga-tenaga ahli penerjemah.
5)
Mendirikan
sekolah kedokteran, Militer dan teknik.
b.
Namik Kemal (1840-1888 M)
Namik kemal dikenal sebagai pemikir terkemuka dari golongan intelegensia
kerajaan Turki Usmani yang banyak menentang kekuasaan absolut sultan. Golongan
intelegensia ini disebut dalam sejarah dengan nama Utsmani Muda (Yeni
Usmanlitar-Young Ottoman). Utsmani Muda yang mulanya adalah perkumpulan rahasia
yang didirikan pada tahun 1865 M. Perkumpulan ini bertujuan untuk mengubah
pemerintahan absolut kerajaan Usmani menjadi pemerintahan konstitusional.
Pemikiran-pemikiran
Namik Kemal banyak dipengaruhi oleh pemikiran seorang sastrawan kenamaan yang
pernah belajar di Perancis, yaitu Ibrahim Sinani (1826-1871M). Namik Kemal
dinilai memiliki jiwa Islam yang baik. Ia tidak menerima ide-ide yang datang
dari Barat apa adanya, tetapi memodifikasi secara selektif sehingga sesuai
dengan ajaran-ajaran Islam. Namik mengkritik ide-ide barat yang belum tentu
sesuai dengan kebutuhan masyarakat Timur.
Namik
Kemal menyampaikan analisisnya tentang sebab kemunduran kerajaan Utsmani dan
alternatif solusinya, diantaranya adalah :
1)
Kondisi ekonomi
dan politik kerajaan Turki Utsmani tidak beres. Solusi yang ditawarkan adalah
perubahan sistem pemerintahan absolut menjadi pemerintahan konstitusional.
2)
Rakyat sebagai
warga negara memiliki hak-hak politik yang harus dihormati dan dilindungi
negara.
3)
Pemerintahan
demokratis tidak bertentangan dengan ajaran Islam, sebab negara yang dibentuk
dan dipimpin oleh empat khalifah sepeninggal Rasulullah SAW. Sebenarnya
memiliki corak demokrasi. Sistem baiat yang terdapat dalam pemerintahan para
khalifah pada hakikatnya merupakan kedaulatan rakyat.
4)
Islam mengajarkan
al-maslahat al-ammah. Ajaran ini sebenarnya adalah maslahat (kebaikan) umum.
Khalifah tidak boleh bersikap dan bertindak yang bertentangan dengan
al-maslahat al-ammah.
5)
Kepala negara
dalam mengurus negara tidak boleh melanggar syariat.
E.
Perkembangan Islam Di Indonesia Sekarang Ini
Fakta menunjukan umat Islam di Indonesia adalah mayoritas. Bahkan,
Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di
dunia.
Benar
umat Islam Indonesia mayoritas dan terbesar jumlahnya, tetapi statistik
membuktikan angka pertumbuhan umat Islam Indonesia kalah dari salah satu agama
non-Muslim yang ada di Indonesia.
Ketua
umum MUI pusat Din Syamsuddin pada bulan april 2014 menunjukan angka statistik
pertumbuhan umat Islam di Indonesia. Pada densus penduduk 1990 jumlah umat
Islam mencapai 87,6%. Angka ini kemudian meningkat menjadi 88,2% pada densus
penduduk 2000.
Yang
memprihatinkan, kata Din, angka pertumbuhan tahunan umat Islam hanya 1,2%.
Sementara, salah satu agama non-Muslim di Indonesia mencapai 2,4% per tahun.
Pada
tahun 80-an penduduk muslim di Indonesia masih lebih dari 90%, maka pada tahun
2000 populasi muslim turun keangka 88,2% dan tahun 2010 turun lagi menjadi 85,1%. Di Indonesia
pertumbuhan agama Islam justru menurun drastis.
Dalam
kiblat Garut 26 juni 2012, menteri Agama RI saat itu, Suryadharma Ali
mengatakan, dari tahun ke tahun jumlah umat Islam di Indonesia terus mengalami
penurunan. Padahal disisi lain, jumlah penduduk Indonesia terus bertambah.
Semula, jumlah umat Islam di Indonesia mencapai 95% dari seluruh jumlah rakyat
Indonesia. Secara perlahan terus berkurang menjadi 92%, turun lagi 90%,
kemudian menjadi 87%, dan kini anjlok menjadi 85%.
Menurut
data Mercy Mission, sebanyak 2 juta Muslim Indonesia murtad dan memeluk agama
kristen setiap tahun. Jika ini berlanjut, diperkirakan pada tahun 2035, jumlah
umat kristen Indonesia sama dengan jumlah umat Muslim.
F.
Perkembangan Islam Di Dunia Sekarang Ini
Bertolak
belakang dengan perkembangan Islam yang ada di Indonesia, perkembangan agama
dunia sudah menunjukan hal yang lain. Mari kita cermati fakta-fakta berikut
ini.
Jumlah
penduduk dunia (2013) adalah 7.021.836.029. sebaran menurut agama adalah: Islam
22,43%, kristen katolik 16,83%, kristen protestan 6,08%, orthodok 4,03%,
anglikan 1,26%, hindu 13,78%, buddhist 7,13%, sikh 0,3%, jewish 0,21%, baha’i
0,11% lainnya 11,17%, non-agama 9,42% dab atheists 2,04%.
Penduduk
dunia (2011) tumbuh 137% dalam satu dekade terakhir, dimana Islam tumbuh 235%.
Dikatakan, bila tren pertumbuhan ini terus berlangsung, diperkirakan pada tahun
2030, 1 dari 3 penduduk dunia adalah orang Islam.
Dilihat
per benua, menurut data UN (2012), Sejak tahun1989, perkembangan jumlah pemeluk
agama islam yang paling cepat terjadi di Australia dan 0cenia/pacific 257,01%;
kemudian berturut-turut diikuti oleh Eropa 142,35%; Amerika 25%; Asia 12,57%;
Afrika 2,15%; dan Amerika latin 4,73%.
Menurut
The Almanac Book of Facts (2011), dalam sepuluh tahun terakhir, penduduk dunia
bertambah sebanyak 137%. Dimana pemeluk agam kristen bertambah sebanyak 46%.
Sedangkan pemeluk agama Islam bertambah sebanyak 235%.
Sehingga
disimpulkan bahwa Islam adalah agama dengan pertumbuhan pemeluk yang tertinggi
di dunia, setiap tahunnya. Antara 1990 sampai 200, diperkirakan sekitar 12,5
juta orang dari berbagai agama, pindah keagama Islam.
Perkembangan
Islam yang sangat cepat ini disebabkan oleh dua faktor penting. Pertama, oleh
tingkat kelahiran (fertility rate) yang tinggi dinegara-negara dengan mayoritas
penduduk muslim.
Kedua,
oleh jumlah orang-orang yang pindah (conversion) dari agama lain keagama Islam
yang juga tinggi, terutama di Amerika, Eropa, dan Australia dalam 20 tahun
terakhir.
Menurut
hasil poll (2012) DI Amerika, diketahui sekitar 200.000 orang setiap tahunnya
pindah dari agama kristen ke agama Islam.
Sebuah
studi oleh Faith Matters (2011) di inggris, diketahui bahwa dalam 10 tahun
terakhir, diperkirakan jumlah orang Inggris
yang pindah dari agama lain menjadi pemeluk Islam adalah sebanyak 5.000
orang setiap tahunnya.
Di
Indonesia tidak diketahui dengan pasti jumlah semua muallaf. Namun pemeluk
agama lain yang pindah ke agama Islam merupakan fenomena sosial yang nyata dan
trennya terus meningkat. Diperkirakan setiap tahun muallaf bertambah 10 sampai
15%.
Tingginya
jumlah orang yang menjadi muallaf, memfasilitasi berkembangnya Islam menjadi
lebih pesat lagi. Di Jerman, pernah terjadi sebanyak 1.250 orang non muslim
yang menghadiri dakwah muallaf Amerika, Yusuf Estes, mengambil keputusan untuk
menjadi Muslim dan bersyahadat langsung dihadapan beliau.
ITULAH MAKALAH “BANGUN DAN BANGKITLAH WAHAI PEJUANG ISLAM.” , SEMOGA BERMANFAAT..
ITULAH MAKALAH “BANGUN DAN BANGKITLAH WAHAI PEJUANG ISLAM.” , SEMOGA BERMANFAAT..
Komentar
Posting Komentar